=_Agola's Blog_=

Your description goes here

Thumbnail Recent Post

Blog Archive

Righteous Kill

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Quisque sed felis

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Etiam augue pede, molestie eget.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Hellgate is back

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit ...

Post with links

This is the web2feel wordpress theme demo site. You have come here from our home page. Explore the Theme preview and inorder to RETURN to the web2feel home page CLICK ...

Archive for Januari 2014


Laga perempat final pertama Copa Del Rey kontra Levante, Kamis (23/1) dinihari WIB tadi memang terasa spesial bagi seorang Lionel Messi. Pasalnya, penyerang timnas Argentina tersebut melakoni laga ke-400 nya bersama Blaugrana sekembali dari cedera yang dialaminya pada beberapa waktu lalu.

Alhasil, La Pulga langsung tampil mengesankankan dengan mencetak tiga assist untuk hattrick Cristian Tello saat membawa Blaugrana mengalahkan Levante dengan skor telak 4-1. Namun ada kejadian unik saat laga memasuki menit ke 77, tatkala Messi nampak kehilangan fokus saat membuang bola ke luar lapangan.

Dalam video tersebut, terlihat bahwa kosentrasi Messi tengah terpecah ketika melihat Alexis Sanchez yang berdiri di pinggir lapangan. Bermaksud mengoper bola kepada pemain asal Cili tersebut, pemain berusia 26 tahun tersebut nampaknya lupa bahwa Alexis merupakan pemain cadangan yang disiapkan Gerrardo Martino.

Namun, banyak kalangan yang berpendapat bahwa pemain sehebat Messi tak akan melakukan kesalahan remeh tersebut melainkan bahwa sang pemain minta diganti terkait cederanya yang belum seratus persen pulih benar. Seperti dilansir 101greatgoals, berikut cuplikan video tersebut.

Messi Strange pass or Want Substitution ? -... 


SOURCE : VIVABOLA


Thiery Henry
LONDONKOMPAS.com - Penyerang New York Red Bulls, Thierry Henry, mengaku tak tertarik menggunakan media sosial Twitter atau Instragam sebagai sarana berkomunikasi dengan fansnya.

Henry tak bisa dimungkiri memiliki pendukung yang banyak mengingat pemain asal Perancis tersebut pernah berseragam klub-klub hebat seperti Arsenal, Barcelona, dan tim nasional. 

Namun, tidak seperti pesepak bola lainnya, Henry mengaku tak memiliki keinginan berkomunikasi dengan pendukungnya lewat Twitter atau Instagram

"Tidak tertarik. Aku tidak suka Twitter. Aku tidak suka Instagram. Aku tidak memiliki akun Twitter. Aku juga tidak punya akun Instagram," aku Henry di sela-sela peluncuran sepatu PUMA evoPOWER. 

"Anda bisa menemukan banyak akun (Instagram atau Twitter) dan itu bukan aku. Aku sangat kolot. Itu mengapa Anda di sini. Aku bisa berbicara kemudian Anda menulisnya. Aku tidak perlu memiliki Twitter."

"Anda bisa menghubungkan apa yang aku katakan mengenai apa pun. Aku lebih menyukai ketika berbicara saling berhadapan dengan orang. Aku di sini melihat Anda. Aku tak mengerti semua hal mengenai Twitter dan Instragam. Aku  tidak pernah menginginkannya. Namun, aku menghormatinya," beber Henry.


KOMPAS.com  Belanda telah menciptakan pasar bagus yang memungkinkan orang untuk cukup mendapat makanan dengan harga relatif murah dan stabil dan jenis yang seimbang.

Belanda menyalip Perancis dan Swiss sebagai negara dengan makanan paling bergizi, berlimpah, dan sehat, sementara Amerika Serikat dan Jepang gagal masuk dalam 20 besar, dalam sebuah daftar baru yang dirilis oleh Oxfam, Selasa (14/1/2014).

Chad ada di urutan terbawah dari daftar 125 negara, di belakang Etiopia dan Angola, dalam indeks makanan dari badan bantuan dan pembangunan internasional tersebut.

"Belanda telah menciptakan pasar bagus yang memungkinkan orang untuk cukup mendapat makanan. Harga relatif murah dan stabil dan jenis makanan yang dimakan pun seimbang," ujar Deborah Hardoon, peneliti senior Oxfam yang mengompilasi hasil-hasil tersebut.

"Belanda membentuk fundamental yang benar dan lebih baik dari sebagian besar negara di seluruh dunia."

Oxfam melakukan pemeringkatan berdasarkan ketersediaan, kualitas, serta harga makanan dan kesehatan makanan. Organisasi tersebut juga melihat persentase anak berbobot kurang, keberagaman makanan dan akses terhadap air bersih, serta hasil kesehatan negatif seperti obesitas dan diabetes.

Negara-negara Eropa mendominasi peringkat-peringkat teratas, tetapi Australia ada di antara 12 teratas, setara dengan Irlandia, Italia, Portugal, dan Luksemburg pada posisi delapan. Inggris berada di peringkat 13 akibat ketidakstabilan harga makanan dibandingkan barang-barang lain. Negara-negara Afrika, bersama Laos (112), Banglades (102), Pakistan (97), dan India (97) mendominasi 30 terbawah.
Indonesia berada di peringkat 83 setara dengan Rwanda, sedangkan negara Asia Tenggara lainnya berada di posisi lebih baik seperti Vietnam (71), Filipina, (67), Malaysia (44), dan Thailand (42).

Kelaparan

Oxfam mengatakan, angka-angka terakhir menunjukkan bahwa 840 juta orang kelaparan setiap hari, meski ada cukup makanan untuk mereka. Organisasi ini mendesak perubahan dalam cara produksi dan distribusi makanan di seluruh dunia.

Penyebab kelaparan, menurutnya, termasuk kurangnya investasi dalam infrastruktur di negara-negara berkembang dan dalam pertanian skala kecil, keamanan, persetujuan perdagangan prohibitif, target-target biofuel yang mengubah tanaman menjadi bahan bakar, dan dampak perubahan iklim.

Oxfam mengumpulkan data antara Oktober dan Desember 2013 menggunakan informasi terakhir dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), Badan Pangan dan Pertanian, dan Organisasi Buruh Internasional, serta badan-badan internasional lainnya.


KOMPAS.com — Dalam sebuah episode acara TV "Star Trek: The Next Generation" Kapten Jean-Luc Picard tertusuk di bagian dadanya, tetapi dia berhasil selamat berkat sebuah alat yang menutup luka pada jantungnya. Kini para peneliti mungkin dapat mewujudkannya dengan menemukan sebuah alat perekat (lem) yang dapat memperbaiki luka hati.

Para peneliti mengatakan, lem tersebut bekerja mengikat jaringan jantung dengan kuat, menutup luka dan juga mencegah komplikasi. Lem juga bekerja dengan kuat menyerupai jahitan atau staples.
Salah seorang peneliti, Jeffrey Karp, profesor asosiasi kedokteran di Harvard Medical School, mengatakan, meskipun memperbaiki luka pada jaringan jantung bisa dilakukan dengan staples dan jahitan, kedua cara itu dapat menyebabkan masalah baru.

"Setelah jahitan dibuka, jaringan perlu dibentuk kembali. Sementara itu, staples dapat merusak jaringan dan tidak tahan air. Serta, biasanya terbuat dari bahan logam sehingga sulit untuk diangkat," terang Karp.
Karena itu, para peneliti pun mendesain sebuah lem polimer tahan air yang dapat mengeras dengan cepat dan menutup jaringan. Menurut studi yang dipublikasi dalam jurnal Science Translational Medicine tersebut, daya rekat dari lem tersebut dapat menahan tekanan dari detak jantung atau pembuluh darah.
Lem ini memiliki kekentalan serupa madu. Untuk menggunakannya, dokter dapat mengaplikasikannya dengan bantuan lembaran khusus untuk memperbaiki luka pada jaringan. Selain itu, dokter juga dapat mengaplikasikannya langsung pada pembuluh darah atau dinding yang robek, dan membiarkannya mengering.

Setelah diaplikasikan, molekulnya akan bekerja antara serat kolagen pada jaringan. Kemudian, dokter perlu menyinari lem dengan sinar ultraviolet untuk merangsang molekul lem mengeluarkan radikal bebas yang sangat reaktif dan mengikat molekul kelompok akrilat menjadi rantai yang kuat. Hasilnya sebuah bahan mirip karet pun menyatu dengan kolagen alami jantung.

Sejauh ini, tim peneliti telah melakukan percobaan lem pada babi dan tikus. Keduanya memberikan hasil yang cukup menjanjikan. Namun, diperlukan penelitian lanjutan pada manusia dalam tingkat uji klinis sebelum lem ini dapat dipergunakan secara luas.

Penampakan UFO di langit Inggris [foto ilustrasi]
VIVAnews - Selama ratusan tahun, manusia terus bertanya-tanya, apakah ada kehidupan lain di luar alam semesta selain Bumi? Sampai hari ini, pertanyaan itu belum terjawab. Setidaknya, jawaban yang nyata secara ilmiah.

Perdebatan nyata atau tidaknya makhluk asing di luar angkasa, atau populer disebut alien, terus mengundang daya tarik. Ada beberapa ilmuwan yang mengklaim bahwa alien itu nyata dan ada juga yang menganggapnya sebatas fiksi.

Bahkan, para ilmuwan astronomi di Inggris menyatukan kekuatan mereka dalam memburu alien. Ilmuwan dari berbagai institusi ilmu pengetahuan ini berbagi tugas dalam mendeteksi keberadaan makhluk asing dari luar angkasa itu.

Terlepas dari perdebatan itu, sebenarnya penampakan alien sudah ada sejak manusia pertama kali menatap ke angkasa. Berikut bukti-bukti nyata dari penampakan dari makhluk luar Bumi, seperti dikutip laman Gizmodo, Rabu 22 Januari 2014.



1. Misteri sinyal radio yang berasal dari luar angkasa


Pada tahun 2004, para ilmuwan berhasil menemukan gelombang radio misterius yang berasal dari luar angkasa. Dari hasil serangkaian penelitian, sinyal radio itu diketahui memiliki frekuensi yang semakin lama semakin kuat.

Temuan itu menjadi salah satu tanda bahwa kehidupan asing sedang mencoba menghubungi manusia di Bumi. Sampai saat ini, beberapa peneliti masih sering mengirimkan gelombang radio dari Bumi ke luar angkasa. Siapa tahu, gelombang radio itu kembali direspons oleh makhluk asing.

2. Ditemukan "Wow Signal" dari luar Tata Surya


Pada tanggal 15 Agustus 1977, peneliti dari Ohio State University, AS, berhasil mendeteksi hadirnya sebuah sinyal radio di Bumi yang berasal dari luar sistem Tata Surya.

Terdeteksinya sinyal itu ditangkap oleh teleskop Radio Big Ear selama 72 detik. Setelah itu, sinyal tiba-tiba menghilang dan tidak terdeteksi lagi.

Kejadian itu telah membuat para ilmuwan terheran-heran, bagaimana bisa sinyal yang begitu kuat bisa datang dari luar sistem Tata Surya tanpa adanya teknologi yang super canggih. Pada waktu itu, kemunculan "Wow Signal" ramai diberitakan di media massa.

3. Ditemukan makhluk seperti kalajengking di Planet Venus


Pada tahun 1982, wahana antariksa Venera 13 milik Rusia mendarat di planet Venus untuk melakukan penelitian. Dari hasil ekplorasi tersebut, Venera 13 berhasil menangkap gambar sebuah benda yang mirip dengan kalajengking.

Menurut Leonid Ksanfomaliti, peneliti asal Rusia, dari gambar yang mirip kalajengking itu menunjukkan bahwa ada kehidupan asing yang hidup selain di Bumi.

4. Tanda-tanda di tulisan Mesir kuno


Hieroglif Mesir merupakan sistem tulisan formal yang digunakan masyarakat Mesir kuno yang terdiri dari kombinasi elemen logograf dan alfabet. Di tulisan itu sudah tampak jelas gambar model helikopter, kapal selam, kapal laut, dan pesawat jet.

Banyak yang percaya bentuk-bentuk dari tulisan Hieroglif itu merupakan bukti alien pernah mengunjungi Mesir kuno. Nenek moyang di Mesir kuno kemudian menggambar apa yang dilihatnya untuk memberitahu kepada generasi berikutnya.

5. PBB tunjuk seorang ahli astrofisika menjadi Duta Alien


Pada September 2010 lalu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menunjuk seorang ahli astrofisika asal Malaysia, Mazlan Othman, untuk menjadi Kepala Kantor PBB untuk Urusan Luar Angkasa (UNOOSA). 

Dengan penunjukkan itu, Mazlan memiliki tugas untuk mengurusi semua yang berhubungan dengan kegiatan luar angkasa, termasuk mencari keberadaan makhluk alien. Tindakan PBB ini menunjukkan bahwa banyak ilmuwan yang mulai percaya bahwa alien itu benar-benar ada.



KOMPAS.com — Saat tren global menunjukkan penurunan prevalensi merokok, Indonesia justru mengalami kenaikan selama periode 1980 hingga 2012. Jumlah pria perokok di Indonesia tercatat sebagai yang kedua tertinggi di dunia (57 persen), setelah Timor-Leste (61,1 persen).

Penelitian terbaru Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) di University of Washington mengungkapkan hal ini.

“Jumlah pria perokok di Indonesia telah meningkat sebanyak dua kali lipat sejak 1980, dan prevalensi pria perokok di Indonesia tercatat sebagai kedua tertinggi di dunia,” ungkap Nafsiah Mboi, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, melalui siaran pers yang diterima Kompas Health, Kamis (9/1/2014).

Menurut penelitian ini, prevalensi kebiasaan merokok di Indonesia memperlihatkan kecenderungan peningkatan hingga 2012. Diperkirakan sebanyak 52 juta orang merokok di Indonesia.

Secara global, prevalensi merokok berdasarkan usia sudah menunjukkan penurunan sebanyak 42 persen di kalangan wanita, dan 25 persen di kalangan pria, antara 1980 dan 2012. Kanada, Eslandia, Meksiko, dan Norwegia telah memangkas angka prevalensi merokok hingga separuhnya sejak 1980.

Kondisi Indonesia
Indonesia merupakan satu dari 12 negara yang menyumbangkan angka sebanyak 40 persen dari total jumlah perokok dunia.

Pada 2012, 57 persen pria Indonesia digolongkan sebagai perokok aktif, dan tercatat sebagai yang kedua tertinggi di dunia. Lebih dari 50 persen pria di beberapa negara, termasuk Indonesia, Rusia, Armenia, dan Timor-Leste merokok setiap hari. Angka pria perokok terendah terdapat di Antigua dan Barbuda (lima persen), Sao Tome dan Principe (tujuh persen), serta Nigeria (7,5 persen).

Sementara itu, prevalensi merokok pada wanita di Asia dan Asia Tenggara pada 2012, Indonesia berada di urutan keenam (3,6 persen). Indonesia berada di bawah Laos, Filipina, Myanmar, Timor-Leste, Kamboja, tetapi masih di atas Thailand, China, Vietnam, dan Malaysia. Sedangkan di tingkat dunia, prevalensi merokok pada wanita di Eritrea, Kamerun, dan Maroko tercatat rendah.

Penelitian yang bertajuk ”Smoking Prevalence and Cigarette Consumption in 187 Countries, 1980-2012” diterbitkan pada tanggal 8 Januari di Journal of the American Medical Association dalam edisi khusus yang didedikasikan untuk membahas masalah tembakau.

 

VIVAnews Sebuah survei tes asah otak online menunjukkan pengguna ponsel pintar yang paling cepat 
menyelesaikan soal-soal adalah pengguna iPhone. Sedangkan pengguna ponsel pintar yang "terbodoh" adalah pengguna Blackberry.

Jangan tersinggung. Hasil ini ditunjukkan melalui pengujian oleh rumah taruhan Inggris, Ladbrokes dengan menggunakan uji coba asah otak dari Test of Wits.

Dilansir Daily Mail, Kamis 2 Januari 2014, uji coba itu menunjukkan pengguna iPhone mampu menyelesaikan tes dalam waktu rata-rata 94 detik, sedangkan pengguna Blackberry butuh waktu 118 detik.

Test of Wits menyediakan tujuh soal asah otak yang bertujuan menguji keterampilan pemecahan masalah, pengenalan pola dan kode. Uji coba diterapkan pada ribuan pengguna ponsel pintar yang menggunakan aplikasi tersebut di ponsel.

Tiap-tiap pertanyaan memiliki empat opsi jawaban dan peserta harus menjawab soal itu sebelum beralih ke soal lainnya. Beberapa pertanyaan itu misalnya, Ada berapa angka 9 antara angka 1 dan 100? juga Ada berapa bulan yang memiliki jumlah hari 28? Cukup sederhana.

Contoh pertanyaan yang ada di dalam A Test of Wits.
Dan, hasilnya pengguna iPhone mengungguli pengguna ponsel pintar lain. Secara rata-rata, pengguna Apple dapat menyelesaikan soal dalam waktu 94 detik, Google Nexus (99 detik), Samsung (103 detik), HTC (105 detik), Nokia (109 detik), dan terakhir BlackBerry (118 detik).

Sementara studi lain yang digelar Talk Talk Mobile pada Agustus 2013 menunjukkan terdapat perbedaaan perilaku dari pengguna iPhone dan Android.

Studi yang menyurvei 2.000 pengguna tiga ponsel pintar utama itu mengatakan, pengguna iPhone lebih banyak menghabiskan waktu untuk hal terkait pakaian dan perawatan penampilan dibandingkan pengguna BlackBerry dan Android.

Meski pendapat ini berdasarkan survei, namun jelas tidak bisa dijadikan rujukan resmi. Selain metodologi survei yang tidak merujuk ke standar, juga terlalu mudah untuk menggeneralisir bahwa pemilik Apple lebih pandai dibanding pengguna BlackBerry. (sj)
Rata-rata waktu yang dihabiskan masing-masing pengguna untuk menyelesaikan satu tes A Test of Wits.

Pendiri dan CEO Facebook, Mark Zuckerberg [foto ilustrasi]

VIVAnews - Facebook. Situs jejaring sosial terpopuler di dunia itu diramalkan akan bernasib sama dengan Friendster dan MySpace. Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan Princeton University di Amerika Serikat menyimpulkan bahwa dalam waktu tiga tahun ke depan, media sosial paling fenomenal di dunia itu akan ditinggalkan sebagian besar pengguna.

Selama hampir 10 tahun, sejak 4 Februari 2004, Facebook merintis sebagai media sosial pertama yang bisa menjangkau satu miliar pengguna aktif di dunia. FB, begitu sebutannya, menyebar ke seluruh dunia bak virus penyakit.

Namun, Facebook telah turun dari masa emasnya. Puncaknya di tahun 2012. Menurut data Google Trends, pada tahun itu jumlah penggunanya mencapai lebih dari 1,2 miliar. Tapi semenjak itu, Facebook secara perlahan-lahan seperti kehilangan arah. Dianggap kurang menarik, FB ditinggal pengguna muda dan remaja yang beralih ke Tumblr, Snapchat, dan jejaring sosial baru yang lain.

Tak pelak, di tahun 2017 nanti, Facebook diramalkan akan "kiamat," ditinggal sekitar 80 persen pengguna, atau kurang lebih 800 juta pengguna aktif di dunia. Lebih dari tiga kali lipat populasi penduduk Indonesia hari ini.

"Seperti virus, Facebook menyebar ke tubuh manusia sebelum akhirnya sekarat dan kemudian mati," kata John Cannarella dan Joshua Spechler dalam keterangannya di makalah berjudul 'Epidemiological modelling of online social network dynamics' (Pemodelan Epidemiologi Dinamika Jejaring Sosial Online).

Memang jika dibandingkan Friendster, MySpace, atau Bebo, nafas Facebook jauh lebih panjang. Sejak mengglobal di tahun 2005, FB semakin digdaya, menggeser sederet nama jejaring sosial raksasa, melejit menjadi nomor satu di dunia pada tahun 2008.

Para peneliti itu memprediksi, keruntuhan singgasana Facebook akan mirip dengan Myspace. Situs yang dibangun pada tahun 2003 lalu itu mencapai puncaknya pada tahun 2007 dengan total pengguna sebanyak 300 juta pengguna. Namun, di tahun 2011, pengguna ramai-ramai meninggalkan MySpace.

"Begitu pun Facebook. Tiga tahun setelah mencapai puncaknya, Facebook diprediksi akan ditinggal oleh jutaan penggunanya," ujar Cannarella.

Migrasi muda-mudi

"Facebook? Situs usang. Cuma untuk orang tua," kicau salah seorang remaja putri di akun Twitter-nya. Ini bukan omong kosong. Di AS, Facebook memang sudah dianggap situs jejaring sosial untuk orang tua yang ingin reuni dan  tetap terhubung dengan teman-teman dari masa lalunya.

Setidaknya, ada lebih dari 11 juta pengguna remaja dan mahasiswa telah meninggalkan Facebook sejak tahun 2011, diklaim seorang analis baru-baru ini. Hal itu ditunjukkan oleh perusahaan konsultasi digital, iStrategy Labs, yang mengaku mendapatkan data-data platform Social Advertising milik Facebook.

Para ahli yakin, remaja dan muda-mudi meninggalkan Facebook untuk berpaling ke jejaring sosial lain, seperti Tumblr, Instagram, WhatsApp, Snapchat, dan lain-lain.

Menurut iStrategy, Facebook kehilangan sekitar 4,2 juta pengguna berusia SMA dan 6,9 juta pengguna mahasiswa sejak tahun 2011.
Akibatnya, tahun lalu, saham Facebook sempat anjlok setelah direktur finansial Facebook David Ebersman mengaku telah kehilangan minat dari para pengguna usia remaja. "Kami memang melihat adanya tren penurunan jumlah pengguna sehari-hari, khususnya dari segmen remaja," kata Ebersman.

Facebook sendiri enggan merilis angka resmi seputar jumlah penggunanya berdasarkan segmen, terlebih lagi segmen remaja dan seberapa substansial segmen tersebut untuk saat ini.

Studi lain menemukan bahwa remaja berpaling dari Facebook karena adanya kekhawatiran aktivitas mereka dipantau oleh orang tuanya. Para remaja beralih ke Twitter, Tumblr, dan layanan seperti Snapchat, WhatsApp, di mana jumlah penggunanya terus meningkat signifikan dari sebelumnya. "Tapi, kami belum ditinggalkan investor. Bulan ini, harga saham kami mencapai rekor tertinggi," tutur Ebersman.

Saat ini, valuasi perusahaan yang didirikan Mark Zuckerberg itu mencapai US$142 miliar (Rp1.728 triliun).

Banyak akun "bunuh diri"

Penelitian lain mengungkapkan bahwa belasan juta pengguna Facebook di Inggris dan Amerika sudah tidak pernah kembali ke situs tersebut. Penyebabnya diduga masalah privasi dan ketakutan akan kecanduan menggunakan Facebook.

Tim peneliti dari University of Vienna, Austria, mengumumkan saat ini semakin banyak orang yang mulai melakukan 'virtual identity suicide', istilah untuk bunuh diri secara virtual dengan menghapus akunnya di Facebook.

Berdasarkan analisis sampel 600 orang, tim peneliti menemukan alasan utama dari orang-orang meninggalkan Facebook adalah isu-isu perlindungan data, tekanan sosial dari teman-teman yang sudah banyak meninggalkan Facebook, dan ketidakpuasan akan fitur Facebook.

"Skor tertinggi adalah karena orang-orang lebih peduli dengan privasinya, daripada ketakutan akan kecanduan Internet," kata Stefan Stieger, Psikilog dari University of Vienna.

Dari penelitian tersebut diketahui beberapa alasan seseorang berhenti menggunakan Facebook, seperti masalah privasi (48,3 persen), ketidakpuasan umum (13,5 persen), tekanan sosial (12,6 persen), dan perasaan ketakutan kecanduan Internet (6,0 persen).

Menurut Brenda Wiederhold, Editor Jurnal Cyberpsychology, alasan orang berbondong-bondong meninggalkan Facebook adalah berdasarkan laporan WikiLeaks mengenai tindakan Badan Keamanan Nasional (NSA) AS yang memata-matai data pengguna jejaring sosial. "Sekarang semua orang semakin waspada terutama mengenai masalah privasinya di Internet," kata Wiederhold.

Pembenaran Facebook

Upaya mematai-matai jejaring sosial yang dilakukan NSA itu, diakui CEO Facebook, Mark Zuckerberg, merusak kepercayaan pengguna Internet.
Zuckerberg mendesak pemerintah AS untuk berterus terang di hadapan publik, data apa saja sebenarnya yang telah mereka minta ke perusahaan Internet.

"Apa yang saya bisa katakan dari data itu. Saya pikir pemerintah akan lebih transparan dan berkomunikasi tentang cara mereka meminta data, akan lebih baik jika semua orang mengetahui hal itu," kata Zuckerberg di Washington, AS, Rabu 18 September 2013 silam.

Zuckerberg juga mengaku berang akibat program rahasia itu dan respons AS justru bisa mengasingkan negara lain dan merusak inovasi secara global. Respons AS yang menyatakan, "hanya memata-matai non-Amerika" justru jadi lebih buruk lagi, membahayakan perusahaan-perusahaan Internet Amerika, termasuk Facebook.

Pada pertengahan bulan, Facebook bergabung dengan Yahoo, Google and Microsoft Corp meminta Pengadilan Pengintaian Intelijen Asing membuka data yang mereka minta ke perusahaan-perusahaan tersebut.

Akibat kecurigaan soal pengintaian ini, banyak pengguna Facebook yang berhenti menggunakan jejaring sosial itu. Hal itu tampak dari sebuah penelitian baru yang mengungkapkan bahwa kurang lebih 11 juta pengguna di AS dan Inggris sudah tidak pernah lagi mengakses jejaring sosial fenomenal itu sejak awal tahun 2013.

Di tahun 2014 ini, posisi Facebook kian tersudut. Muncul jejaring-jejaring sosial baru yang menawarkan fitur anyar. Path, Instagram, Tumblr, dan WhatsApp. Jika tidak buru-buru banting setir, melahirkan fitur-fitur inovatif, bukan tak mungkin Facebook akan terkubur. Menyusul "teman-teman" lamanya, MySpace dan Friendster.